Taman Monas/ Taman Medan Merdeka
Sejarah
Taman ini dibangun pada masa pemerintahan Daendles di awal abad 19 dan masih merupakan sebuah lapangan (Weltevreden) yang memiliki dua lapangan utama, Buffelsveld (Lapangan Kerbau) dan Waterloopein (Lapangan Banteng.Pada 1818 pada masa pemerintahan Inggris lapangan ini diubah namanya menjadi Koningsplein atau Lapangan Raja. Pada masa penjajahan Jepang, lapangan ini diganti namanya menjadi Lapangan Ikada/Ikatan Atletik Djakarta. Sukarno mengganti nama Lapangan Ikada menjadi Medan Merdeka sebagai suatu simbol yang menjadi kebanggaan bangsa pada tahun 1961. Taman Medan Merdeka merupakan suatu taman yang terbesar di Asia Tenggara, landmark dari Indonesia. Tujuan Pembangunan : Sebagai Civic Center yaitu pusat pemerintahan dan kegiatan masyarakat. Fungsi : Sebagai paru-paru kota, pengendali lingkungan fisik, tempat rekreasi.
Konsep : Konsep tata hijau bertujuan menciptakan Ruang Terbuka Hijau. Oleh sebab itu, pemilihan jenis tanaman bersifat eksklusif. Tanaman yang dipilih adlah tanaman yang dapat dijadikan sebagai sangtuari Satwa, penyejuk, taman pendidikan, peneduh dan pengarah. Elemen Tanaman dan Non Tanaman : Elemen tanaman mengelilingi monumen. Terdapat susunan batu alam yang ditata dengan gaya Perancis, menciptakan plaza batu di sekeliling monumen. Elemen non tanaman lain yang dimanfaatkan dalam tapak adalah monument nasional, dan air (kolam).
Langganan:
Postingan (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar