Pertanian dan Budaya Tanam
Pertanian dalam arti sempit merupakan proses produksi yang khas dan didasarkan atas proses-proses pertumbuhan tanaman. Dimana dalam proses tersebut sangat identik dengan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh petani untuk satu tujuan yaitu mendapatkan profit yang menguntungkan. Dalam mendapatkan profit tersebut para petani melakukan perkiraan terhadap tanaman yang akan dibudidayakan.
Hal ini tercermin dari pola tanam sepanjang tahun yang dilakukan petani. Dimana dalam menentukan pola tanam, petani mempertimbangkan pengaruh beberapa faktor lingkungan abiotik, biotik, dan social yang didapatkan dalam berbagai pengalaman yang ia ketahui. Dari berbagai pengalaman inilah yang nantinya akan terintegrasi menjadi suatu pengetahuan yang dapat mempengaruhi hasil panen yang diperoleh. Oleh karena itu, pola tanam yang dilakukan oleh petani pada tiap daerah berbeda-beda,kegiatan tersebut memiliki ciri khas dan budaya dari masing-masing daerah yang disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam.
Pengetahuan budidaya tanaman yang dimiliki para petani terkadang diturunkan dari generasi ke genarasi, sesuai dengan pengalaman yang telah dilakukan oleh generasi diatasnya.Melihat dari hal itu, sehingga wajar bila petani secara umum masih menggunakan alat dan teknik tradisional dalam proses kegiatan budi dayanya dan hal ini berdampak terhadap total produksi yang kurang optimal. Selain itu juga, yang menjadikan petani masih menggunakan teknik tradisional adalah kemampuan ekonomi mereka yang relatif rendah sehingga untuk memiliki alat-alat pertanian modern itu sangatlah sulit.
Langganan:
Postingan (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar