Kantor Pos Medan
Terletak di bagian utara Esplanade, Lapangan Merdeka atau Merdeka Walk sekarang, bangunan ini masih berdiri kokoh. Usianya lebih dari seratus tahun. Sejak 1911, bangunan ini menjadi saksi bisu perkembangan negeri Medan.
Salah satu dampak dari kemajuan perusahaan tembakau itu adalah pembangunan Kantor Pos Besar Medan. Bangunan kokoh ini berada di sebelah kiri Merdeka Walk, tepatnya di depan Hotel Inna Dharma Deli yang dahulu merupakan Hotel de Boer, dan menghadap menyamping ke arah bekas bangunan Javasche Bank (kini Bank Indonesia) yang berdiri di samping gedung Balai Kota lama. Javasche Bank merupakan bank cabang milik Belanda di Jawa yang digunakan untuk mensosialisasikan mata uang Gulden milik Belanda.
Gedung Balai Kota Medan yang menurut para pakar geografi dan sejarawan, merupakan titik nol-nya Kota Medan. Bangunan itu dulunya berfungsi sebagai balai kota, tempat para pejabat pemerintahan kota dan masyarakat berkumpul pada masa penguasaan Belanda di Tanah Deli (sebelum akhirnya pada tahun 1590 berganti nama menjadi Medan).
Daerah sekitar Lapangan Merdeka (yang dahulu disebut Esplanade, bahasa Belanda, yang berarti lapangan terbuka) ini dianggap sebagai titik nol Medan. Berada di sekitar Lapangan Merdeka seakan terlempar ke abad lalu. Daerah ini merupakan salah satu pusat peradaban Medan di masa lalu. Di sekitarnya, paling tidak ada sebelas bangunan tua yang relatif masih utuh seperti saat didirikan.
Tak saja fungsinya yang masih sama, di Kantor Pos Besar ini juga masih tertera pada dinding-dindingnya macam-macam tulisan yang menjadi penanda sebuah zaman. Ukiran tulisan ‘ANNO 1911’ di bagian atas samping kiri-kanan bangunannya pun masih terlihat jelas. Ia menjadi salah satu bukti tahun kelahiran bangunan Kantor Pos Besar.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar