--Spirit--

Hadist Shaum
Hadist – hadist Shaum / Puasa :
1. Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala / keridhoan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. ( H.R. Al Bukhari )

2. Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada harumnya misik ( minyak wangipaling harum di dunia ). ( H.R. Al Bukhari )

3. Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah.
( H.R. Mustafaq’alaih )

4. Barang siapa shalat pada malam Lailatur Qadar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. ( H.R. Al Bukhari )

5. Barang siapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta ( waktu berpuasa ) maka Allah tidak membutuhkan lapar hausnya. ( H.R. Al Bukhari )

6. Barang siapa berpuasa Ramadhan ( penuh ) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. ( H. R. Muslim )



Urgensi Shalat Berjama'ah
Barangsiapa yang selalu menjaga sشlatnya dengan berjamaah, maka Allah akan memberinya lima hal:

-tidak pernah terkena kefakiran selamanya,
-dihapuskan siksa kubur darinya,
-selamat dari kesusahan pada hari kiamat,
-diberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanan,
-dan berjalan di atas titian 'shirat' secepat kilat yang menyambar.

Pahala shalat sendiri dan shalat berjama`ah tentulah berbeda.Shalat berjama`ah lebih tinggi nilai pahalanya disisi Allah s.w.t.

Dahulu kala ada orang yang menangis tersedu-sedu.Keadaan orang tersebut begitu menyedihkan.Tangisannyapun teramat memilukan.Siapapun yang memandang,akan tergugah dan menjadi bertanya-tanya,apa gerangan yang telah menimpanya?.

Akhirnya tetangganya bertanya,"wahai saudaraku,ada apa gerangan,apa yang telah menimpamu?.Orang yang menangis itu menjawab,"saudaraku,aku telah tertimpa bencana".Tetangganya bertanya kembali"tolong ceritakan,bencana apakah?,mengapa kau menangis terisak-isak seperti itu?".Orang itu berkata"Bencana yang kualami begitu dahsyat!,begitu hebat!",katanya masih dalam keadaan menangis. Tetangganya itupun semakin penasaran,"tolong ceritakan padaku,apakah hartamu hilang?",tanyanya."tidak,lebih dari itu!".Jawabnya."apakah rumahmu kebakaran,ataukah jabatanmu dilepas dari pemerintahan?".Tanyanya."Tidak!,bencana yang kuhadapi lebih parah dari itu".Ujarnya masih terus menangis."apakah salah satu keluargamu meninggal?,ibumukah,ayahmukah,anakmu,ataukah istrimu?". Orang yang menangis itu berteriak"tidak,tidak,musibah yang menimpaku lebih dahsyat dari semuanya!".

Tetangganya pun menjadi semakin penasaran,"lantas kalau begitu,musibah apakah yang lebih besar dari kehilangan harta,kehilangan rumah,kehilangan jabatan,kehilangan kedua orang tua,anak,dan istri?.Ayo jawab!,musibah apakah itu?!.Tanyanya dengan degupan rasa pebasaran yang luar biasa.Akhirnya,mendengar pertanyaan dari tetangganya itu,orang tersebut semakin dahsyat tangisannya.Ditengah-tengah tangisannya,orang itu menjawab"aku menangis dikarenakan ketinggalan shalat berjama`ah".Subhanallah.
Lihatlah,begitu pentingnya shalat berjama`ah.Begitu besarnya pahala orang-orang yang senantiasa melaksanakan shalat berjama`ah.Semoga kita digolongkan orang yang selalu melaksanakan shalat dalam keadaan berjama`ah.Amien yaa rabbal`alamin.



Keutamaan Shalat Berjama'ah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dari Abu Musa
“Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)